PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Media pembelajaran
adalah alat bantu proses belajar mengajar yang merupakan
segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemampuan atau keterampilan siswa sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar. Dalam proses pembelajaran, alat bantu atau media
tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi, akan tetapi dapat merangsang
siswa untuk merespon dengan baik segala pesan dari materi yang disampaikan.
Penggunaan media pembelajaran selain dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk
terjadinya proses belajar, media pembelajaran juga memiliki peranan penting
dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar.
Dampak perkembangan
IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media
pembelajaran, seperti buku teks, modul, peta, globe, LCD proyektor, radio/tape,
kamera digital, laptop, handycam, film, video, televisi, slide, web, dan
sebagainya. Sebagai calon pendidik yang profesional, guru dituntut
mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada di
sekitarnya.
Penulis melakukan observasi di salah satu sekolah
negeri tingkat menengah atas di Kota Jambi, dan memilih kelas XI IPS 1 sebagai
objek pengamatan. Materi yang disampaikan oleh guru matematikanya adalah
penyajian data dalam bentuk histogram dan poligon. Pengamatan dilakukan dengan
cara merekam proses pembelajaran untuk melihat penggunaan media pembelajaran di
kelas. Proses perekaman dilakukan dengan tidak mengganggu proses pembelajaran.
Berikut penjabaran hasil rekaman video selama proses
pembelajaran di kelas XI IPS 1:
- Dalam proses pembelajaran ini guru sudah menerapkan media pembelajaran di kelas.
- Pada awal pembelajaran, menampilkan sebuah video stand up comedy yang mungkin bertujuan untuk memotivasi siswa sebelum memulai pembelajaran. Video stand up comedy tersebut berdurasi sekitar 10-15 menit. Tampak siswa menikmati video tersebut.
- Selanjutnya menampilkan sebuah video yang berisikan tentang materi penyajian data dalam bentuk histogram dan poligon. Namun menurut penulis ada kelemahan dalam penyampaian materi melalui video, yaitu: (1) pemilihan media yang tepat seharusnya dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan objek yang diamati, sedangkan pada video yang ditampilkan untuk menjelaskan materi penyajian data tidak menjelaskan secara rinci tentang materi tersebut, termasuk konsep dasarnya. Pada video itu hanya menampilkan contoh bentuk penyajian data secara histogram dan poligon. Sehingga konsep dasar yang seharusnya diketahui dan di pahami dahulu oleh siswa sebelum mereka dapat menyajikan data dalam bentuk histogram dan poligon tidak mereka miliki. Ini mengakibatkan kelas menjadi tidak kondusif ketika siswa disuruh mengerjakan latihan karena terlalu banyak siswa yang bertanya akibat belum memahami materi secara menyeluruh. (2) juga ada beberapa siswa yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan penyampaian materi melalui video tersebut, karena didapati ada siswa yang terlihat tidak menyimak materi yang disampaikan melalui video. Mereka lebih tertarik ketika guru yang menjelaskan. (3) Perlu adanya pengulangan dalam penyampaian materi menggunakan media video agar materi yang disampaikan bisa diterima. (4) Video menjadikan suasana kelas tidak kondusif, ketika terdapat gerakan atau kata-kata dalam video yang dianggap lucu oleh peserta didik.
Berdasarkan permasalahan diatas,
menurut penulis penggunaan media berupa video sudah cukup bagus, karena guru sudah
berusaha memanfaatkan media dalam pembelajaran. Tetapi alangkah lebih bagusnya
jika video tersebut ditambahkan dengan media yang lain. Seperti media
pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru ialah software prezi. Media prezi
diprogram agar dapat menampilkan media visual, audio maupun animasi. Program
aplikasi prezi juga merupakan media yang unik karena didalamnya terdapat bentuk
presentasi yang sangat berbeda dengan presentasi pada umumnya. Prezi digunakan
sebagai alat untuk membuat presentasi dalam bentuk linier maupun non-linier. presentasi
linier adalah presentasi terstruktur artinya tampilan yang satu dengan yang
lainnya saling berurutan, sedangkan presentasi non linier adalah presentasi
yang berbentuk peta-pikiran (mind-map). Dalam software ini teks, gambar, video,
dan media presentasi lainnya ditempatkan di atas kanvas presentasi, dan dapat
dikelompokkan dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan. Jadi, dalam
software prezi ini guru bisa mengkolaborasikannya dengan penambahan video
setelah menjelaskan konsep dasar dari suatu materi. Sehingga media pembelajaran
itu lengkap dan efektif untuk digunakan.
Menurut saya media prezi itu masih asing terdengar d kalangan pengajar yang sudah lama mengajar seperti guru senior itu pasti sangat asing. Dan saya jg ingin menanyakan apakah kelebihan dari media prezi tersebut?
BalasHapus