Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran Matematika

DOMAIN PSIKOMOTOR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


A. Pengertian Domain (Ranah) Psikomotor

        Menurut Daryanto (2013), bahwasannya keterlibatan peserta didik dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat psikomotorik seperti pengamatan dan penampilan. Hasil belajar psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu (Winarso, 2016). Simpson menyatakan dalam buku Ahmad (2006) bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif akan tampak setelah siswa menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung pada kedua ranah tersebut dalam kehidupan siswa sehari-hari.

     Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

    Ranah Psikomotor meliputi kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta kompetensi yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif.

Kategori yang termasuk dalam ranah ini adalah:
Meniru
(P1)
Manipulasi
(P2)
Presisi
(P3)
Artikulasi
(P4)
Naturalisasi
(P5)
·    Menyalin
·    Mengikuti
·    Mereplikasi
·    Mengulangi
·    Mematuhi
·      Kembali Membuat, membangun, melakukan, melaksanakan, menerapkan
·  Menunjukkan
·  Melengkapi
·  Menyempurnakan
·  Mengkalibrasi
·  Mengendalikan
·  Membangun
·  Mengatasi
·  Menggabungkan
· Mengintegrasikan
· Mengembangkan
·  Merumuskan
·  Memodifikasi
· Mendesain
· Menentukan
· Mengelola
Menciptakan


B. Penilaian Domain (Ranah) Psikomotor dalam Pembelajaran Matematika

      Kompetensi siswa dalam ranah psikomotor menyangkut gerak otot kecil, kemampuan psikomotor yang dibina dalam belajar matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan satuan tertentu, baik satuan baku maupun tidak baku), menggambar bentuk-bentuk geometri (bangun datar, bangun ruang, garis, sudut, dan lain-lain) dengan menggunakan alat (misalnya penggaris, jangka, busur derajat dan lain-lain), atau tanpa alat. Kemampuan psikomotor yang dipelajari siswa dalam belajar matematika tidak dapat terlepas dari kemampuan kognitif dan afektifnya.

     Sebagai contoh, siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara psikomotor dapat dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan (jangka atau penggaris) saat melukis. Namun untuk dapat melukis jaring-jaring kubus setidaknya diperlukan pengetahuan tentang bentuk jaring-jaring kubus dan cara melukis garis-garis tegak lurus, juga diperlukan sikap kehati-hatian dan ketekunan untuk memperoleh gambar yang tepat.

      Secara teknis penilaian ranah psikomotor dapat dilakukan dengan lembar pengamatan seperti pada tabel berikut ini.

No.
Keterampilan yang Diukur
Tanggapan Guru
Simpulan
1.

2.

3.


4.


5.
Kualitas penyelesaian pekerjaan

Keterampilan menggunakan alat

Kemampuan menganalisis dan merencanakan prosedur kerja

Kemampuan mengambil keputusan

Kemampuan membaca, menggunakan diagram, gambar, dan simbol
Simpulan akhir
Tabel Format Penilaian Psikomotor

      Penilaian terhadap kemampuan psikomotor siswa dalam belajar matematika dapat dilakukan dengan kombinasi penilaian dan pengamatan. penilaian psikomotor berguna untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan kinerja tertentu. Penilaian psikomotor dapat berupa penilaian tertulis, penilaian identifikasi, penilaian simulasi, dan penilaian contoh kerja. Dalam kegiatan penilaian psikomotor, pengamatan berperan pada saat penilaian yang tidak tertulis.

     Mengingat kemampuan kognitif dan psikomotor siswa tidak bisa lepas dari kemampuan afektifnya, maka soal-soal yang digunakan untuk menilai ketiga kemampuan tersebut dapat diintegrasikan. Perhatikan contoh soal di bawah ini:

Kompetensi Dasar:
Siswa dapat menghitung luas dan melukis segita sama kaki dan sama sisi dengan menggunakan jangka dan penggaris secara antusias dan teliti.

Contoh Soal:
Hitung dan lukislan sebuah segitiga sama kaki dan segitiga sama sisi dengan menggunakan jangka dan penggaris secara baik dan benar!

Maka aspek-aspek ranah penilaian pembelajaran matematika seperti terdapat pada tabel di bawah ini.
Aspek Penilaian Kognitif
Aspek Penilaian
Psikomotor
Aspek Penilaian
Afektif
Kemampuan siswa dalam menghitung luas segi tiga sama kaki dan sama sisi
1. Cara memegang jangka dan penggaris

2. Penggunaan penggaris dalam fungsinya

3. Penggunaan jangka dalam fungsinya

4. Kebenaran gambar/lukisan

5. Kecermatan gambar/lukisan

6. Kerapian gambar/lukisan
1. Ketertarikan siswa terhadap materi

2. Antusiasme dalam mengerjakan soal

3. Ketelitan siswa dalam mengerjakan soal

4. Kecermatan dalam menggunakan alat
Tabel Aspek Penilaian Pembelajaran Matematika


C. Penskoran pada Penilaian Ranah Psikomotor dalam Pembelajaran Matematika

Penetapan Skor pada Penilaian Ranah Psikomotor

Butir Soal
Penetapan Skor
Hitung dan lukiskan sebuah segitiga sama kaki dan segitiga sama sisi dengan menggunakan jangka dan penggaris secara baik dan benar !
Untuk setiap aspek yang dinilai :
Skor 5, bila dilakukan sangat tepat
Skor 4, bila dilakukan tepat
Skor 3, bila dilakukan agak tepat
Skor 2, bila dilakukan tidak tepat
Skor 1, bila dilakukan sangat tidak tepat

Demikian penjabaran dari penulis mengenai Domain (Ranah) Psikomotor pada pembelajaran matematika. Semoga Bermanfaat :)

Untuk melengkapinya, penulis punya pertanyaan yang mungkin bisa teman-teman tanggapi. Terimakasih :)

Penilaian yang dilaksanakan guru saat ini masih kurang komprehensif. Guru lebih banyak memperhatikan aspek kognitif, sedangkan dua aspek lainnya yaitu afektif dan psikomotor sering terabaikan dan jarang diperhatikan. Akibat dari kurang komprehensipnya penilaian yang dilaksanakan guru, masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan sering mengeluh terhadap produk pendidikan. Mereka menilai institusi pendidikan kurang mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan yang tangguh dan terampil, jika ditinjau dari segi kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Bagaimana tanggapan teman-teman mengenai hal tersebut??  dan solusi apa yang bisa teman-teman berikan?

Pertanyaan tambahan:
Bagaimana cara menyusun instrumen yang layak digunakan untuk menilai psikomotor atau keterampilan siswa?


Komentar

  1. hehehe kita sebagai guru maupun orangtua harus bisa melihat ke masa depan, dimasa depan anak ini mau jadi apa sih. jangan kita sebagai guru maupun orangtua hanya mengasah intelegensi anak saja, jangan hanya mengejar nilai anak bagus, menjadikan anak tersebut pintar. jika kita hanya berfokus pada ranah kognitif dan mengabaikan afektif dan psikomotor, maka hanya akan menghasilkan generasi yang pintar tapi tidak berbudi pekerti dan miskin keterampilan. Namun faktor kesuksesan anak di masa depan tidak atau sedikit sekali bergantung pada intelegensi, tetapi karakter dan skill (keterampilan) lah yang menjadikan anak tersebut sukses dan berguna bagi orang lain. hehehe

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Cara Menyusun Instrumen Penilaian Psikomotor
    Untuk menilai hasil belajar psikomotor, guru paling tidak harus menyiapkan 2 dokumen, yaitu:
    Soal / lembar kerja / lembar tugas / perintah kerja.
    Instrumen pengamatan / lembar observasi berupa daftar periksa (check list) atau skala penilaian (rating scale)
    Lembar observasi adalah sebuah instrumen yang digunakan untuk mengobservasi kemunculan aspek-aspek keterampilan psikomotorik yang diamati. Lembar observasi dapat berupa daftar periksa (check list) atau dapat pula berupa skala penilaian (rating scale).

    Daftar periksa (check list)
    Daftar periksa berbentuk yang jawabannya tinggal memberi tanda cek (centang) pada kolom yang sesuai dengan aspek yang diamati.

    Skala penilaian (rating scale).
    Skala penilaian merupakan daftar pertanyaan / pernyataan untuk menilai kualitas pelaksanaan aspek-aspek keterampilan yang diamati dengan rentang tertentu, misalnya dengan rentang 1 - 5.

    BalasHapus
  4. Menurut saya instrumen yang digunakan untuk menilai psikomotor atau keterampilan siswa itu semua guru sudah membuat nya dalam rpp jadi semua guru sudah paham untuk menilai psikomotor siswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence)

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran

Multimedia Pembelajaran