WEEKLY JOURNAL
EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA
(Weekly journal)
Nama :
MITA ELVANA ANGRAINI
NIM :
P2A918019
Materi :
Mengevaluasi Proses Pembelajaran
Jurnal
1
|
Question
number
|
Question
|
5 Februari
2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
Ada
4 tahapan untuk mengevaluasi proses pembelajaran yaitu:
1. Mengidentifikasi
masalah yang ada selama proses pembelajaran.
2. Mendiagnosis
atau menemukan akar penyebab dari masalah.
3. Melakukan
tindakan perbaikan.
4. Melakukan
tindakan pencegahan.
·
Objek
dalam penilaian proses pembelajaran adalah guru, adapun yang menjadi sasaran penilaian proses pembelajaran,
yaitu:
1. Tujuan
Pembelajaran.
2. Unsur
dinamis pembelajaran: bahan ajar, alat bantu belajar, suasana belajar, dan
keadaan peserta didik.
3. Pelaksanaan
pembelajaran.
4. Kurikulum
·
Subjek
dalam penilaian proses pembelajaran, yaitu:
1. Siswa
2. Kepala
Sekolah
3. Pengawas
Ada
beberapa kriteria pokok dalam penilaian proses pembelajaran:
1. Keterlaksanaanya
oleh guru.
2. Keterlaksanaanya
oleh siswa.
3. Motivasi
belajar siswa.
4. Keaktifan
para siswa dalam kegiatan belajar.
5. Interaksi
guru dan siswa.
6. Kemampuan
atau keterampilan guru dalam mengajar.
7. Kualitas
hasil belajar yang diperoleh siswa.
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
1.
Mengapa evaluasi harus dilakukan secara
berkesinambungan?
2.
Apakah evaluasi akan mempengaruhi mutu sekolah?
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan
supaya saya paham?
|
Mencoba
untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang
belum saya pahami dan mencari sumber-sumber dari artikel lain yang dapat
membantu saya untuk lebih memahaminya.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman?
|
Setelah
melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
1.
Evaluasi pembelajaran adalah suatu hal yang tidak
bisa dipisahkan dari proses pembelajaran yang bersifat berkelanjutan. Karena
merupakan hal yang saling berhubungan dan merupakan hubungan pokok dari
proses belajar mengajar, hal ini mengapa guru harus memiliki kompetensi dalam
melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Evaluasi juga tidak hanya
dilakukan sekali, setahun, atau persemester, tetapi dilakukan secara
berkelanjutan mulai dari proses pembelajaran dengan memperhatikan peserta
didik hingga ia tamat dari institusi tersebut.
2.
Kualitas pembelajaran dapat mempengaruhi kualitas
pendidikan. Melihat berbagai masalah yang terjadi dalam peningkatan mutu
pendidikan, maka program pembelajaran adalah salah satu program yang harus
dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu perlu dilaksanakan evaluasi
pembelajaran. Pembelajaran dikatakan sebagai program karena melibatkan banyak
komponen, seperti guru, peserta didik, sarana prasarana dalam pelaksanaannya,
agar berjalan dengan baik, maka seorang guru harus mampu mengelola seluruh
aspek input dengan baik. Dengan demikian, perlu melaksanakaan evaluasi
terhadap program pembelajaran yang telah berjalan, dengan tujuan untuk
melihat sejauh mana program pembelajaran mempengaruhi peningkatan mutu
pendidikan.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman?
|
Mampu
menyumbangkan pendapat terhadap apa yang teman saya belum pahami, dengan
menjawab beberapa pertanyaan yang teman saya ajukan di blognya masing-masing.
|
PENILAIAN
OTENTIK
(Weekly journal)
Nama :
MITA ELVANA ANGRAINI
NIM :
P2A918019
Materi :
Kerangka Kerja dalam Penilaian Kelas pada
Pembelajaran Matematika
Jurnal
2
|
Question
number
|
Question
|
12 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
· Kerangka
Kerja dalam penilaian kelas matematika mencakup, yaitu:
1. Standar
dan prinsip penilaian
2. Kecakapan
dan kompetnsi matematika
3. Level
kompetensi matematika
4. Metode
penilaian kelas
· Beberapa Aspek yang berperan
penting dalam setiap bentuk penilaian, diantaranya:
1. Konteks;
2. Jarak ke siswa (konteks yang
berhubungan dengan kehidupan, sosial, masyarakat, ddl);
3. Relevansi dan sesuai dengan
peran konteks;
4. Dapat membedakan yang nyata,
buatan dan konteks virtual;
5. Ceramah;
6. Observasi;
7. Pekerjaan rumah;
8. Penilaian diri;
9. Penilaian sejawat;
10. Productions sendiri;
11. Pilihan ganda;
12. (Closed) Pertanyaan
Terbuka;
13. (Open) Pertanyaan
Terbuka;
14. Esai;
15. Tugas lisan dan Wawancara
16. Jurnal.
· Kriteria
penilaian harus bersifat publik dan diterapkan secara konsisten
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
1.
Mengapa penilaian kelas harus dilakukan secara
terbuka?
2.
Bagaimana metode untuk penilaian kelas, karena
dari artikel yang saya dapatkan saya belum menemukan metode untuk penilaian
kelas?
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan
supaya saya paham?
|
Mencoba
untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang
belum saya pahami dan mencari sumber-sumber dari artikel lain yang dapat
membantu saya untuk lebih memahaminya.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman?
|
Setelah
melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
1.
Penilaian kelas itu dilakukan secara terbuka
karena siswa perlu tahu tujuan dari tes yang diberikan itu untuk apa dan apa
yang diharapkan oleh guru, bagaimana pelaksanaan penilaian tersebut, dan
bagaimana pengolahan nilai tersebut sampai hasil akhirnya tertera dan dapat
diterima. Sehingga terjadi keterbukaan penilaian antara siswa dan guru.
2.
Metode atau cara penilaian yang dapat digunakan
guru untuk mendapatkan informasi keadaan belajar dan prestasi peserta didik
di kelas antara lain:
a.
Teknik tes (tes tertulis, tes objektif/pilihan
ganda).
b.
Teknik non-tes (observasi/pengamatan langsung kepada
siswa, wawancara, angket).
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman?
|
Mampu
menyumbangkan pendapat terhadap apa yang teman saya belum pahami, dengan
menjawab beberapa pertanyaan yang teman saya ajukan di blognya masing-masing.
|
PENILAIAN
OTENTIK
(Weekly journal)
Nama :
MITA ELVANA ANGRAINI
NIM :
P2A918019
Materi :
Domain Psikomotor dalam Pembelajaran
Matematika
Jurnal
3
|
Question
number
|
Question
|
19 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
· Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui:
(1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama
proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajran,
yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran
selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
· Ranah Psikomotor meliputi kompetensi melakukan
pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta kompetensi yang berkaitan
dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan
gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta
ekspresif dan interperatif.
· Kemampuan psikomotor yang dipelajari siswa dalam belajar
matematika tidak dapat terlepas dari kemampuan kognitif dan afektifnya. Maka soal-soal yang digunakan untuk menilai ketiga
kemampuan tersebut dapat diintegrasikan.
· Penilaian psikomotor berguna untuk mengukur
keterampilan siswa dalam melakukan kinerja tertentu.
· Penilaian psikomotor dapat berupa penilaian
tertulis, penilaian identifikasi, penilaian simulasi, dan penilaian contoh
kerja. Dalam kegiatan penilaian psikomotor, pengamatan berperan pada saat
penilaian yang tidak tertulis.
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
1.
Saat ini guru lebih banyak memperhatikan aspek
kognitif siswa, sedangkan aspek afektif dan psikomotor sering terabaikan dan
jarang diperhatikan, sehingga setelah mereka lulus dari sekolah, masyarakat
sering mengeluh terhadap produk pendidikan yang kurang terampil. Melihat dari
permasalahan tersebut, Kenapa bisa demikian? Lalu solusi apa yang bisa
diberikan agar masalah tersebut bisa di atasi?
2.
Bagaimanakah cara menyusun instrumen yang layak
digunakan untuk menilai psikomotor atau keterampilan siswa?
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan
supaya saya paham?
|
Mencoba
untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang
belum saya pahami dan mencoba menanyakannya kepada orang yang telah
berpengalaman dalam proses pembelajaran di sekolah, yang terakhir saya
mencoba mencari sumber-sumber terkait dari artikel lain yang dapat membantu
saya untuk lebih memahaminya.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman?
|
Setelah
melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
Hal
demikian dapat terjadi dikarenakan saat ini masyarakat termasuk orangtua
untuk memandang seseorang itu pintar dilihat dari nilai yang didapatkan oleh
anak tersebut, misalkan anak tersebut dikatakan pintar matematika jika dia
mendapat nilai matematika yang tinggi hal ini berarti kepintaran seseorang
itu hanya dilihat dari segi kognitifnya saja, sedangkan untuk keterampilannya
dalam bidang matematika diabaikan. Seharusnya guru maupun orangtua jangan
hanya mengasah integensi anak saja, jangan hanya mengejar nilai anak yang
bagus, menjadikan anak tersebut pintar. Jika hanya berfokus pada ranah
kognitif, maka hanya akan menghasilkan generasi yang pintar tapi tidak
berbudi pekerti dan miskin keterampilan. Karena kesuksekan anak dimasa depan
itu tidak atau sedikit sekali bergantung pada intelegensi, tetapi yang
dibutuhkan itu adalah karakter dan skill (keterampilan) dari anak tersebut.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman?
|
Mampu
menyumbangkan pendapat terhadap apa yang teman saya belum pahami, dengan
menjawab beberapa pertanyaan yang teman saya ajukan di blognya masing-masing.
|
PENILAIAN
OTENTIK
(Weekly journal)
Nama :
MITA ELVANA ANGRAINI
NIM :
P2A918019
Materi :
Penilaian Afektif dalam Pembelajaran
Matematika
Jurnal
4
|
Question
number
|
Question
|
26 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
·
Penilaian afektif adalah penilaian
dasar dari sikap, minat, dan nilai siswa.
·
Ciri-ciri hasil belajar afektif
akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Seperti:
perhatiannya terhadap mata pelajaran, kedisplinannya, motivasinya,
penghargaan atau rasa hormat terhadap gurunya.
·
Aspek penilaian afektif terdiri
dari:
a. Menerima
(receiving)
b. Menanggapi
(responding)
c. Menilai
(Valuing)
d. Mengorganisasi
(organization)
e. Membentuk
watak (Characterization)
Di
dalam matematika komponen afektif yang penting untuk diukur yaitu:
1. Sikap
siswa terhadap matematika yang menyangkut perbuatan, perasaan, pikiran siswa
yang didasarkan pada pendapat atau keyakinan pribadi. Sikap siswa dalam
belajar matematika dapat positif, negatif, atau netral.
2. Minat
siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan keingintahuan,
kecenderungan (hati) siswa yang tinggi, gairah atau keinginan terhadap
pelajaran matematika.
3. Konsep
diri siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan pandangan terhadap
kemampuan diri dalam belajar matematika. Misalnya batas kemampuan diri,
kemanfaatan belajar matematika, dll.
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Bagaimanakah
langkah-langkah menyusun instrumen penilaian afektif?
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan
supaya saya paham?
|
Mencoba
untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang
belum saya pahami dan mencoba menanyakannya kepada orang yang telah
berpengalaman dalam proses pembelajaran di sekolah, yang terakhir saya
mencoba mencari sumber-sumber terkait dari artikel lain yang dapat membantu
saya untuk lebih memahaminya.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman?
|
Setelah
melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
·
Untuk mengetahui sejauh mana sikap dan minat siswa
terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran, guru perlu menyusun
instrumen penilaian afektif. Adapun langkah-langkahnya:
1.
Memilih ranah afektif yang akan dinilai oleh guru,
misalnya sikap dan minat siswa.
2.
Menentukan indikator yang dapat digunakan untuk
mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa terhadap suatu materi pelajaran.
Misalnya, persentase kehadiran atau ketidakhadiran dikelas, aktivitas siswa
selama kegiatan pembelajaran berlangsung, penyelesaian tugas-tugas yang
diberikan, kerapian buku catatan dan kelengkapan bahan belajar.
3.
Menentukan jenis skala yang digunakan.
4.
Menulis draft instrumen penilaian.
5.
Penelaahan dan meminta masukan teman (guru lain)
mengenai draft instrumen penilaian yang telah dibuat.
6.
Revisi instrumen penilaian jika ada yang tidak
sesuai.
7.
Memberikan instrumen penilaian kepada siswa .
8.
Pemberian skor.
9.
Analisis hasil.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman?
|
Mampu
menyumbangkan pendapat terhadap apa yang teman saya belum pahami, dengan
membantu mereka untuk mencari sumber-sumber terkait.
|
Komentar
Posting Komentar